Profil Alm. Dr. EDWIN LOUIS COLE *)
Pendiri Christian Men’s Network Worldwide
Edwin Louis Cole, lahir di Dallas, Texas pada tahun 1922, adalah pendiri Christian Men's Network, sebuah organisasi religius interdenominasi Kristen yang secara khusus mengkhususkan diri untuk menolong kaum pria dan para ayah di seluruh dunia. Beliau kemudian dikenal dengan sebutan Ed Cole.
Ia mempublikasikan banyak buku dan mengkhotbahkan topik-topik yang berkaitan dengan pria.
Menikah dengan Nancy Corbett yang sama-sama bertugas sebagai US Coast Guard di masa perang dunia ke II.
Pada tahun 1977, Ed Cole mendirikan Christian Men's Network, sebuah warisan yang melekat pada dirinya hingga sekarang. Pada masa itu, ia masih aktif melayani di dua buah jaringan televisi Kristen, bekerja sebagai rektor dari sebuah sekolah pelayanan, dan membantu pendirian sebuah radio.
Pada April 1984, Ed Cole berhenti dari jabatan-jabatannya dan memfokuskan diri dalam pelayanan pria. Pelayanan ini berjalan lambat pada awalnya tetapi menjadi populer pada tahun 1980-an dan meledak pada tahun 1990-an yang menginspirasikan pendirian pelayanan-pelayanan pria lainnya. Beliau telah menjadi berkat bagi para pria di lebih dari 220 negara termasuk Indonesia melalui Pertemuan, retreat, Mission Trip, Camp, Pelayanan Ibadah, Video, Radio, Televisi, Kaset, Buku dan Siaran satelit. Beliau kembali ke pangkuan Bapa di Surga pada 27 Agustus 2002 namun pelayanannya telah menciptakan perubahan hidup bagi pria, keluarga, bisnis dan bahkan bangsa.
Buku-buku yang pernah ditulisnya antara lain sebagai berikut:
• Maximized Manhood
• The Unique Woman
• Real Man
• Communication, Sex, and Money
• Treasure Uncovering Patterns and Principles That Create Prosperity
• Courage: Winning Life’s Toughest Battles
• The Power of Potential
• Irresistible Husband
• Strong Men in Tough Times
• Never Quit
PROFIL CMN INDONESIA

Di Indonesia, pelayanan pria yang kemudian dikenal sebagai pelayanan Pria Sejati lahir pada tahun 1997 dan baru pada tahun 1999 diresmikan secara international di Texas, Amerika Serikat.
Sejak berdiri sampai dengan tahun 2010 akhir, CMN Indonesia telah memuridkan lebih dari 200.000 pria yang berasal dari berbagai gereja, denominasi, lembaga kekristenan, perusahaan, institusi, badan pemerintahan, dan lain-lain.
Pemuridan Pria tersebar di 33 Propinsi, 55 kota besar dan kecil dengan 62 lokasi pemuridan, melibatkan lebih dari 1000 gereja dan 5000 Hamba Tuhan. Selain itu, CMN Indonesia dipercaya untuk membangun kegerakan kepriaan di 16 Negara.
Lokasi-lokasi Pemuridan Pria Sejati di Indonesia
| Medan | Muara Tewe | Nias |
| Batam | Manado | Padang |
| Jambi | Palu | Lubuk Linggau |
| Bangka | Toraja | Palembang |
| Lampung | Ambon | Mangga 2 Square |
| Greenvile | Jayapura | Cengkareng |
| Pluit | Sorong | STIE Nusantara |
| KTC, Kelapa Gading | Kaimana | D'Best Fatmawati |
| Bogor | Teluk Arguni | Depok |
| Banten | Balikpapan | Bekasi |
| Cikarang | Gorontalo | Cikampek |
| Pamanukan | Makassar | Bandung |
| Tasik | Kendari | Cirebon |
| Purwokerto | Elpaputih | Semarang |
| Solo | Timika | DI Yogyakarta |
| Surabaya | Mimika | Madiun |
| Malang | Biak | Jember |
| Banyuwangi | Monokwari | Gianyar |
| Denpasar | Soe | Mataram |
| Sumbawa | Sampit | Kupang |
| Pontianak | Putusibau |
Negara-negara Yang Melakukan Pemuridan Pria Sejati :
| Malaysia | Thailand |
| Jepang | Korea Selatan |
| India | Mongolia |
| Rusia | Perancis |
| Belgia | Hongaria |
| Bulgaria | Jerman |
| Belanda | Australia |
| Amerika Serikat | China |
CMN INDONESIA Milestone
1997
Dr. Edwin Louis Cole datang ke Jakarta untuk yang pertama kalinya. Beliau menyampaikan kebenaran tentang pria. Banyak gereja dan pemimpin dari berbagai kalangan yang dating, menangkap betapa pentingnya pria.
Sejak saat itu, ada satu tim yang terus berkumpul dan berdoa mencari kehendak Tuhan, WHAT’S NEXT LORD? Selama kurun waktu satu setengah tahun, tim ini terus berdoa dan berdoa tanpa mengerti harus bagaimana. Sampai pada suatu hari, salah satu anggota tim yang berdoa – Budi Jonatan, mendapat sebuah pernyataan yang sangat lembut dan jelas untuk memulai sebuah pemuridan bagi pria-pria.
Tuhan memberikan hikmat padanya bagaimana pemuridan itu harus dilakukan. Akhirnya dia datang kepada Eddy Leo untuk meminta beliau mengkhotbahkan buku kesempurnaan seorang pria. Dengan bermodalkan khotbah tersebut, tim memulai pemuridan di toko buku Metanoia Kelapa Gading dengan peserta enam orang.
1999
Tahun di mana Indonesia ditahbiskan di Texas, USA ditahbiskan menjadi kantor Nasional. Sejak saat itu, hampir setiap tahun Ed Cole datang ke Indonesia.
Untuk yang ketiga kalinya Ed Cole datang ke Indonesia, dibuatlah sebuah event yang bertujuan untuk membagikan pesan yang sangat penting ini. Beliau datang bersama dengan anak-anak rohaninya, seperti; Ps Robert Owen, Ps Lafayette Scale, Steve Jobs, dan John King. .jpg)
Berawal dari tim yang terdiri dari enam orang, pertemuan berkembang menjadi dua puluh sampai lima puluh orang, di mana media belajar mulai menggunakan televisi. Akhir tahun 1999, kembali dilakukan evaluasi dari yang sudah dilakukan dan dihasilkan sebuah kesepakatan sesuai dengan usul dari Darwin Gozali yaitu untuk memulai membuat camp dengan enam sesi dan dibuat kelas lanjutan dengan 6 sesi ( enam minggu pertemuan) dan diakhiri dengan sebuah wisuda ( KKR ) sebagai wadah untuk membangun atmosfir tentang pria.
2000
Pada bulan Februari, pemuridan pria mulai dilakukan dengan pola camp dan kelas. Lawatan demi lawatan Allah terjadi dengan luar biasa, banyak pria, wanita, dan keluarga dipulihkan. Pemuridan ini berkembang dan mulai menjadi sebuah movement dengan semakin banyaknya pelaksanaan pemuridan pria di kota-kota di Indonesia.
2001
Menginspirasi kelahiran pelayanan Wanita Bijak, sebuah pelayanan khusus untuk wanita sebagai penopang dan mitra dari pelayanan Pria Sejati di Indonesia.
2002
Tahun 2002 adalah tahun yang sangat penting buat beliau karena di tahun ini beliau datang dan bertepatan dengan wisuda pria-pria yang telah menyelesaikan pemuridan. Belaiu berkata, ”Saya rela pulang kepada Bapa di surga, karena saya telah melihat visi itu menjadi kenyataan.” Tak lama kemudian, beliau wafat pada 27 Agustus 2002. Ir. Eddy Leo MTh. datang menghadiri pemakaman Dr. Edwin Louis Cole di Newport Beach, California.
2003
Ini adalah tahun dimana CMN Indonesia mulai menjangkau bangsa-bangsa. Pertumbuhan pemuridan pria berkembang dengan sangat pesat di Indonesia.
2004
Setelah 5 tahun dilaksanakan camp secara reguler, tahun ini untuk yang pertama kalinya diadakan camp khusus untuk segmen Hamba Tuhan dan Anak Muda. Bahan pemuridan yang digunakan adalah bahan yang sama dengan bahan pemuridan reguler yang senantiasa disempurnakan.
2005
Melahirkan camp khusus untuk segmen pengusaha. Di tahun ini, CMN Indonesia dipercaya untuk memberikan materi pemuridan pria khusus untuk
Sekolah Komando Angkatan Darat RI di Bandung. Sejak tahun ini, pelayanan pria untuk kedua segmen ini terus berkembang dengan pesat bukan saja di pulau Jawa melainkan juga hingga ke Papua.
2006
Perkembangan yang begitu cepat membutuhkan banyak sekali perubahan-perubahan yang harus dibuat, baik dari sisi strategi dan struktur. CMN Indonesia mulai menyiapkan pembicara-pembicara melalui pelaksanaan Training for Trainer kepada para alumni yang direkomendasikan oleh tim kepemimpinan CMN Indonesia dan penanggung jawab area-area pemuridan. Perkembangan yang terjadi melahirkan pergerakan pemuridan pria sejati bagi rekan-rekan dari Gereja Injili dan Katolik.
Di tahun yang sama, CMN Indonesia mulai membuat materi pemuridan modul 2, Build Men Raise Sons dengan pola kelas pemuridan (non camp) untuk yang pertama kalinya.
2007
CMN Indonesia mulai melakukan koordinasi pelaksanaan pemuridan dengan ditunjuknya 4 orang menjadi koordinator wilayah dan 1 orang yang menjadi contact person untuk mengatur pelayanan pria sejati di luar negeri karena semakin banyaknya permintaan untuk melakukan pemuridan pria sejati di berbagai negara.
Selain itu, dibentuknya tim pelatihan yang berfungsi melengkapi para tim pelaksana pemuridan pria sejati dan fasilitator modul 1 di berbagai lokasi/area/kota pemuridan pria sejati.
Melahirkan pemuridan pria sejati modul 3 – STRONG MEN yang pertama kali dalam bentuk outbound.
2008
Semakin banyaknya lokasi pemuridan di berbagai kota di Indonesia membuat CMN Indonesia akhirnya melakukan restrukturisasi organisasi antara lain menunjuk 7 orang menjadi Koordinator Wilayah yang mengkoordinasi lebih dari 40 lokasi pemuridan di Indonesia serta membuat sistem pemuridan yang lebih mantap bukan saja sekedar menyelenggarakan event. Pada tahun ini lima aras gereja nasional telah terlibat di dalamnya, yaitu: Injili, Protestan, Katolik, Pantekosta, dan Kharismatik. Juga tercatat pada tahun ini, lebih dari 5000 hamba Tuhan / Pendeta telah terlibat dalam kegerakan pelayanan pria sejati di Indonesia.
Dilaksanakannya camp untuk rekan-rekan di Instansi Kepolisian dan para ekspatriat. Juga dibentuk tim khusus atas inisiatif dari area-area pemuridan yang menjangkau rekan-rekan di penjara, anak-anak jalanan, supir angkot dan kaum penganguran.
Pada tahun ini, pertama kali dilaksanakan camp modul 2 di luar negeri.
Paul Cole, anak Dr. Edwin Louis Cole datang ke Jakarta menyempatkan diri untuk menjadi pembicara kepada ratusan pria dalam salah satu sesi di camp pria modul 1 dengan jumlah peserta terbesar yang pernah diselenggarakan sepanjang 9 tahun. Disamping itu, Paul Cole secara khusus memberikan impartasi kepriaan “THE LEGACY: Father & Sons” kepada sekitar 4000 pria dan wanita sekaligus mewisuda lebih dari 500 orang di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta.
2009
Tercatat hingga akhir tahun 2009, CMN Indonesia hadir di 29 Propinsi, 55 kota besar dan kecil dengan 62 lokasi pemuridan. Disamping itu, jumlah negara yang telah dilayani oleh CMN Indonesia mencapai 16 negara.
Pada tahun ini, kualitas pelayanan maupun manajemen pelayanan di tiap-tiap area mulai ditingkatkan. Diawali dengan pertemuan Penanggung Jawab Area seluruh Indonesia hingga melakukan pertemuan rutin bagi korps pembicara. Selain itu, tahun ini merupakan tahun penyempurnaan dan pemantapan baik dari sisi materi, kualitas dari para pembicara, maupun ketrampilan berorganisasi bagi para penanggung jawab area dengan diadakannya pelatihan-pelatihan manajemen pelayanan sekaligus impartasi nilai-nilai pelayanan pria di berbagai daerah di Indonesia.
Penyempurnaan materi terjadi untuk materi modul 1 khusus Young Men yang telah diuji coba baik di Indonesia maupun di Rusia. Selain itu, materi modul 2 yang juga telah disempurnakan bersamaan dengan pengadaan TFT khusus pembicara modul 2 bagi para Koordinator Wilayah. Demikian juga dengan materi modul 3 yang sejak awal tahun senantiasa diperbaharui dan mulai diadakan di kota Surabaya, sebagai kota pertama diluar Jakarta dalam pengadaan camp modul 3.

2010
Sebuah awal yang baru dimulai pada awal tahun ini, Pertemuan Nasional CMN (National Strategic Gathering) memutuskan bahwa tahun 2010 adalah tahun transisi pergerakan CMN menuju penggenapan misi dan visi awal pergerakan yaitu pergerakan ini harus dimiliki oleh semua gereja tanpa memandang denominasinya dengan harapan pemulihan pria yang berdampak kepada pemulihan keluarga, gereja, kota dan bangsa Indonesia.
Pergerakan CMN akan menjadi seperti Starfish, yaitu sebuah kehidupan yang tidak berpusat seperti laba-laba tapi kehidupan starfish terdapat di seluruh sel-sel yang ada di tubuhnya. Sel-sel ini dapat membelah dan membangun starfish baru dengan kehidupan yang sama.
2011
Tahun pemantapan dan pendewasaan bagi setiap level kepemimpinan di CMN. Tahun ini banyak terjadi persoalan yang disebabkan dari dalam dan juga dari luar sebagai akibat dari tahun-tahun sebelumnya. Persoalan ini menjadi sarana yang sangat baik dalam mendewasakan tim kepemimpinan di CMN. Persoalan juga menjadi sebuah persiapan bagi sebuah kirbat baru. Persoalan juga menjadi sebuah pemurnian motivasi dan tujuan bagi semua jajaran kepemimpinan di CMN.
2012
Tahun 2012 menjadi tahun dimana Tuhan mau setiap kita, baik secara pribadi maupun area, dan wilayah, menangkap hati Tuhan, bukan sekedar aktifitas apa lagi yang akan kita kerjakan. RESCUE - The Last Man Out, berbicara tentang kebutuhan yang sangat mendesak untuk melakukan tindakan yang tidak biasa untuk jiwa-jiwa. Lakukan sesuatu bagi mereka yang disekitarmu sampai pria terakhir boleh mendengar injil.




