Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:



Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta


Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Naskah Otentik
Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.


Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17-8-45
Wakil2 bangsa Indonesia.


Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus_1945

Jika aku berdiri di pantai Ngliyep
Aku mendengar lautan Indonesia bergelora
Membanting di pantai Ngeliyep itu
Aku mendengar lagu – sajak Indonesia

Jikalau aku melihat
Sawah menguning menghijau
Aku tidak melihat lagi
Batang padi menguning – menghijau
Aku melihat Indonesia

Jika aku melihat gunung-gungung
Gunung Merapi, gunung Semeru, gunung Merbabu
Gunung Tangkupan Prahu, gunung Klebet
Dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku mendengar pangkur palaran
Bukan lagi pangkur palaran yang kudengarkan
Aku mendengar Indonesia

Jika aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup Indonesia

Jika aku melihat wajah anak-anak di desa-desa
Dengan mata yang bersinar-sinar
(berteriak) Merdeka! Merdeka!, Pak! Merdeka!

Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat Indonesia!

 

sumber : gentasuararevolusi.com

Mari kita ukur, kualitas kepemimpinan yang ada pada diri kita, dengan 4 alat ukur ini. Maka kita akan menemukan “essensi” kepemimpinan yang sejati, tangguh dan tidak tergoncangkan.


Making Decision (Mampu mengambil keputusan).

Tahukah anda, setiap hari tanpa kita sadari, setiap kita mampu mengambil 500 keputusan biasa dan 200 keputusan penting di dalamnya. Contohnya: di pagi hari, kita berkeputusan untuk bangun jam berapa, mandi, sikat gigi, berpakaian apa, pergi naik apa, bekerja seperti apa, ketemu siapa, berespon bagaimana ketika menghadapi tantangan.


Jika kita gagal mengambil keputusan, maka itupun juga sebuah keputusan. Tapi jika kita terlatih dan berhasil, maka kita akan memiliki keputusan yang berkualitas setiap harinya.
Ada 3 tanda sebuah keputusan berkwalitas:
1.    Berdampak baik bagi orang lain.
2.    Lahir dari hati yang benar
3.    Timingnya tepat

Bisa saja kita nekat dalam mengambil keputusan atau sebaliknya terlalu banyak pertimbangan, sehingga tidak yakin, ragu-ragu dan lambat inisiatifnya. Keduanya bukan keputusan yang berkualitas.
Sebuah keputusan berkualitas pasti dilahirkan dari seorang pemimpin yang tangguh  kepemimpinannya. Seorang pemimpin, mesti berlatih untuk mengambil keputusan. Salah atau benar adalah tantangan seorang pemimpin untuk menghadapi resikonya, atas keputusan yang diambilnya. Sebuah kwalitas pasti harus diuji. Setiap pemimpin yang tangguh pasti harus teruji dalam kwalitas keputusannya.

Read more...

Penulis William Hendrickson menunjukkan setidaknya ada enam perbuatan seorang ayah dapat melukai hati anak-anaknya:

1.
Terlalu melindungi anak-anaknya
2. Mengutamakan satu anak diantara yang lain
3. Terus-menerus mengecilkan hati anak-anaknya
4. Tidak membiarkan anak-anaknya menjadi individu yang unik
5. Mengabaikan anak-anaknya
6. Kata-kata yang pahit dan kekerasan fisik

Pulanglah malam ini dan tanya masing-masing anak-anak anda yang tentang 6 pertanyaan diatas dan yang mana yang harus ditingkatkan lagi dan dengarkan apa yang mereka katakan. Anda mungkin tidak bermaksud over-protektif atau menjadikan satu anak anda lebih utama, tetapi persepsi adalah realitas untuk anak-anak.

Jangan biarkan buah yang pahit tumbuh di pohon keluarga Anda. Hilangkan buah itu sejak awal.